Bangkit dan Menjadi Terang


Message Sudah menjadi identitas orang percaya untuk menjadi terang dalam hidupnya. Sebab Alkitab juga mengajarkan kamu adalah terang dunia dan garam dunia. Itu artinya, keberadaan orang percaya sudah seharusnya menjadi panutan dalam segal bidang kehidupan ini. Namun secara jujur haruslah kita akui bahwa ternyata pernyataan tersebut belum dapat kita genapi. Padahal, kalau Tuhan yang menyatakannya, mengapa hal tersebut tidak tergenapi?

Masalahnya bukanlah ada pada Tuhan tapi sesungguhnya ada pada kita. Kalau kita kembali membaca Yesaya 60:1-2 dikatakan: bangkitlah dan menjadi teranglah, sebab terangmu dating dan kemuliaan Tuhan terbit atas mu.

Faktor yang menjadi penentu disini adalah terang mu sudah dating. Siapakah terang kita?? Alkitab mencatat bahwa terang kita adalah Tuhan Yesus. Didalam Yohanes 1:4 : didalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Jadi terang manusia adalah hidup Tuhan yang ada didalam kita.

Tapi mengapa kita tetap gagal padahal Tuhan Yesus sudah ada dalam diri kita? Jawabannya adalah karena hidup TUhan Yesus tidak menjadi kehidupan kita. Kebanyakan kegagalan kita untuk bangkit dan menjadi terang dikarenakan kita memakai kekuatan sendiri dalam menyikapi kehidupan kita sekalipun didalam kita ada Yesus Kristus, baik itu dalam menghadapi berbagai persoalan, tantangan, masalah atau pun godaan dosa. Mengandalkan kekuatan sendiri adalah sumber penyebab kegagalan dalam hidup kita.

Jadi, apa yang harus kita lakukan?? Yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa hidup Tuhan ada didalam diri kita dan kita perlu berlatih terus menerus untuk membiarkan Tuhan yang mengambil-alih kehidupan kita, baik itu tindakan, perkataan, maupun pikiran-pikiran kita. Kalau kita melakukan hal ini, maka Allah yang tidak terbatas akan menjadi sumber bagi kita untuk menghadapi segala persoalan. Maka kita pasti berhasil bangkit dan menjadi terang dimanapun kita berada, sebab Allah tidak pernah gagal.

Mari coba kita lihat buah-buah kehidupan kita selama ini. Apakah masih banyak kemarahan yang terpendam, kekecewaan, kepahitan, dendam, ataupun sering jatuh dalam dosa? Kehidupan yang tidak berbeda dengan orang dunia. Kalau hal tersebut masih menjadi terus menerus maka dapat disimpulkan bahwa kita masih mencoba bangkit dan menjadi terang ditengah kekelaman yang menutupi bangsa-bangsa dan kegelapan menutupi bumi adalah melatih hidup dengan kekuatan Kristus. Selamat mempraktekan, (14 Nov 2010, Pnt. Ir. Hezron Purba)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s